Kopi Lokal Indonesia di becakap

Becakap Tentang Kopi Lokal Indonesia

Becakap adalah satu kata dalam bentuk kata kerja yang berasal dari bahasa Melayu yang sering digunakan di daerah yang berada di pulau Sumatera atau daerah yang penduduknya memiliki adat melayu yang kental. Arti Kata becakap itu sendiri adalah berbicara atau ngobrol atau berdiskusi antara dua orang atau lebih, karena kalo becakap hanya satu orang berarti  orang itu lagi ngigau atau udah gila. Sangat berbeda jauh dengan arti becakap menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) dimana becakap diartikan sebagai mempunyai kemampuan atau keberanian melakukan sesuatu, jauh banget tuh…….

Jika dilihat dari aspek kebiasaan yang telah menjadi  budaya orang melayu, becakap sangat identik dengan warung kopi, karena orang melayu biasanya melakukan sosialisasi melalui interaksi secara verbal atau becakap-cakap bersama temannya di warung kopi,  sehingga bisa dikatakan tanpa secangkir kopi maka becakap menjadi terasa hambar dan kekurangan makna…….

Maka secangkir kopi menjadi sesuatu yang sangat penting dalam satu percakapan atau perbincangan, karena kalo gak ada hidangan secangkir kopi di atas meja, kita gak bisa memulai percakapan dengan kalimat

bro…. yok diminum dulu kopinya”. 

Dan menjadi satu fenomena yang sangat menggembirakan adalah, Kopi lokal Nusantara (Indonesia) sudah semakin mendapat tempat di hati para pecinta kopi di Indonesia, hal ini dibuktikan dengan adanya perbaikan proses budidaya, pasca panen dan pengolahan kopi oleh petani dan prosesor kopi kita, sektor hilir kopi di daerah-daerah yang menjadi daerah produksi kopi menjadi sangat berkembang dengan semakin tumbuhnya coffeeshop atau cafe yang menyediakan menu minuman kopi yang menggunakan kopi yang berasal dari daerahnya sendiri, contohnya di Provinsi Jambi, dengan semakin dikenalnya Kopi Arabikanya Kerinci, Liberikanya Tungkal dan Robustanya Merangin, pertumbuhan Coffeeshop di Provinsi Jambi sangatlah pesat, tidak hanya di Kota Jambi Sendiri, tetapi juga coffeeshop tumbuh di daerah Kabupaten-kabupaten di Provinsi Jambi, mulai dari sekelas  kopling (kopi Keliling) yang menggunakan peralatan manual brewing sampai dengan coffeeshop yang menggunakan mesin espresso yang harganya cukup fantastis.

Jadi sekarang warung-warung kopi (coffeeshop) yang ada saat ini, tidak hanya diisi dan dikunjungi oleh orang tua-orang tua yang kalo sudah nongkrong kebiasaannya  becakap lebih kepada poitik mulai dari politik desa, Kabupaten, Provinsi, Nasional sampai politik dunia, tetapi juga dikunjungi oleh komunitas anak-anak muda yang lebih becakap tentang bagaimana kopi lokal bisa menjadi tuan rumah di kampung sendiri dan menjadi produk unggulan yang bisa menjadi komoditi ekspor yang dapat berkontribusi pada kemajuan ekonomi daerah dan dapat mensejahterakan rakyatnya.

Penulis: Doni Fadila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *